KAU DAN AKU

Sekejap mata kumengenalimu

Ada lukisan angin di balik awan

Kau terbangkan debu-debu bergantian aku

Kutanamkan mawar dari asap tembakau

Menari-nari dirimu tanpa henti

Kutunggu waktu yang kutuju

Kau temukan kuda liar dalam hutan

Sepasang merpati meminum susu dari telaga firdaus di dalam sangkar yang terbakar

Setan tertawa dalam candanya saat anak gembala sedang membuat bara

Matahari menengok dan berlalu

Musafir pulang dari rantaunya

Api unggun masih menyala

Hingga kawat duri lepas dati tubuhnya

PERMINTAANKU

Berikanlah padaku mawar mwerah dan merekah yang kau miliki yang menghiasi pintu suaramu agar aku dapat merasakan kehangatan kasihmu
Bukakanlah untukku jendelamu yang berbingkai indah dan berkaca kristal
agar aku dapat menikmati suasana keindahan gunung yang menjulang dan hamparan langitnya yang telanjang membentang
Tebaskan dan singkirkanlah semua ilalang dan ranting pohon hutanmu yang menghalangi jalanku
agar aku bisa sampai ke danaumu tuk berendam dan mengobati semua rasa sakitku
Taruhlah dalam dadaku sepotong daging yang kau punya dan memiliki banyak rasa
agar aku dapat merasakan ketulusan cintamu
Aku sangat memerlukan semua yang kuminta darimu agar aku bisa menikmati semua yang kau miliki karena pemilikmu telah menyiapkan semuanya untukku

TERSESAT

Aku semakin tersesat di tempat yang aku sendiri tak mengetahuinya
Kesadaranku datang tersendat-sendat
Aku tak menginginkan semua yang aku inginkan
Tapi aku menginginkan apa yang aku inginkan

Pandanganku semakin buram dan tak jelas
Lenteraku hampir padam walau sesekali terlihat berkedip-kedip 
Kulihat beberapa orang sedang bermain sandiwara tanpa cerita dan tanpa makna
Mengalir bersama kotornya air sungai yang tak tahu dimana muaranya

LANGIT & BUNGA

Kulihat langit yang tak nampak
Menampakkan wajahnya yang tak ceria
Kusaksikan pergumulan malaikan dan iblis
Mata logikaku menjadi buta
Karena dinginnya jiwa yang membekukan semua perasaan
Aku berdiri di atas tebing yang rapuh
Yang mencoba tuk meraih bunga indah di taman
Ku genggam helaian bunga yang berisi embun
Yang dapat menghilangkan rasa dahagaku
Namun bunga itu lenyap tertiup angin
Setelah kuberi rasa kejujuran dan rasa pahit yang membuatnya terluka
Ku coba kembali mencari helaian bunga itu
Dan akan kurangkai kembali agar tampak indah
Namun tak kutemukan tempat sembunyinya
Tinggalah batang bunga yang masih kugenggam
Walau sesekali mengeluarkan duri yang membuatku terluka








                            RIBUAN ASA

Ribuan nafsu  berlari bersama jiwaku
Ribuan amarah mengamuk bersama jiwaku
Ribuan sedih menangis bersama jiwaku
Ribuan bahagia berpesta bersama jiwaku

Jiwaku dengan sabar menemaninya
Jiwaku tak pernah menolak permintaannya
Jiwaku sangat adil membaginya
Tetapi jiwaku lelah merasakannya

SANG TAKDIR

 

Lama sudah terasa tamparan kehidupan

Mendampingi jiwa yang rapuh

Selalu setia dalam cerita cinta

Tapi terkadang berubah sekehendaknya

Sampai nafas pun berteriak kelelahan

Walau ribuan helaan telah di hembuskan

Tapi tetap tak bisa berbuat apa-apa

Karena rantai masih membelenggunya

Walau terkadang lepas tapi tak lama

Akankah tangan takdir akan terus menampar wajah kehidupan tanpa henti

Hingga nafas menjadi bisu